Pembentukan : Danau Toba terbentuk dari letusan dahsyat Gunung Toba sekitar 74.000 tahun lalu. Letusan ini adalah salah satu letusan terbesar dalam sejarah bumi, yang kemudian menyebabkan terbentuknya kaldera raksasa yang terisi air. Pulau Samosir di tengahnya yang merupakan pusat budaya Batak, statusnya sebagai UNESCO Global Geopark, serta keindahan alamnya yang luar biasa dengan mitos dan cerita rakyat yang kaya, menjadikannya destinasi unik dengan nilai geologi, budaya, dan alam yang mendunia.
Geofrafi : Danau vulkanik raksasa di Sumatera Utara, terbentuk dari letusan supervulkan sekitar 74.000 tahun lalu, menjadikannya danau vulkanik terbesar di dunia dengan luas lebih dari 1.100 km², panjang 100 km, dan kedalaman hingga 508 m, terletak di ketinggian 900-995 mdpl, dikelilingi tujuh kabupaten, serta memiliki Pulau Samosir di tengahnya.
Budaya di danau toba : Budaya Batak Toba yang memiliki sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu, seni tenun ulos yang kaya makna, serta berbagai festival dan tradisi seperti Tari Tor-Tor, Mangarapot, dan Sigale-Gale.
Legenda : Menurut legenda, Danau Toba terbentuk karena seorang pemuda bernama Toba melanggar janji kepada istrinya, yang merupakan putri ikan mas. Akibat pelanggaran janji tersebut, terjadi banjir besar yang membentuk danau, dengan Pulau Samosir muncul sebagai bekas daratan yang dipijak anak mereka.
Suku Batak : Danau Toba adalah rumah bagi suku Batak, terutama di Pulau Samosir. Kekayaan budaya Batak dapat ditemukan di berbagai museum dan situs seperti Museum Batak di Tomok dan Museum Huta Bolon di Simanindo.
Kehidupan Lokal : Menawarkan pemandangan kehidupan masyarakat lokal yang otentik dan berbagai peninggalan sejarah di desa-desa seperti Tomok dan Simanindo.
Pulau Samosir : Pulau terbesar di tengah danau ini adalah pusat budaya Batak, dengan danau-danau kecil di dalamnya seperti Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang.
Aktivitas : Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas, seperti berkemah, berperahu, bermain jetski, hingga mengunjungi Patung Yesus di Bukit Sibea-bea untuk wisata religi.
Ooleh-oleh : Pengunjung juga bisa menemukan atraksi unik seperti boneka Sigale-gale yang memiliki nilai mistis, serta membeli oleh-oleh berupa kain ulos, ukiran kayu, atau kopi khas Toba seperti kopi lintong dan kopi sidikalang.
Budaya : Budaya Danau Toba sangat kaya dan erat kaitannya dengan Suku Batak Toba, berpusat pada Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu, kain tenun Ulos yang sakral, tarian Tortor dengan musik Gondang, seni pahat Gorga, serta keunikan tradisi adat seperti Mangarapot (musyawarah), Mangalahat Horbo (upacara kerbau), dan festival budaya seperti Festival Danau Toba yang menampilkan tarian Sigale-gale, ukiran kayu, dan kuliner khas, mencerminkan identitas kuat dan kearifan lokal yang terjaga baik di tengah keindahan alamnya.
Wisatawan : Menjadi tujuan utama bagi wisatawan domestik maupun internasional dan telah ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP).
Danau vulkanik terbesar
Danau toba adalah danau vulkanik terbesar di dunia,dengan panjang sekitar 100 kilometer dan lebar 30 kilometer.
Legenda asal usul
Masyarakat setempat memiliki legada tentang seorang pemuda bernama toba yang menikahi ikan mas dan kemudian danau ini tebentuk akibat pelanggaran janji.
Danau di atas danau
Terdapat danau kecil di atas Pulau Samosir yang juga unik, yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aik Natonang.
Pulau di tengah danau
Di tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir, sebuah pulau vulkanik yang ukurannya bahkan lebih besar dari negara Singapura.
Air danau berubah sesuai musim
Dimusim kemarau airnya lebih jernih berwarna biru muda, sedangkan di musim hujan jadi kehijauan karena endapan lumpur dari sungai-sungai yang mengalir masuk.
Angin malam yang memiliki nama khusus
Masyarakat menyebut angin sejuk yang bertiup dari danau ke dataran pada malam hari sebagai "angin uluan" yang di anggap membawa kebahagiaan dan kesehatan.